THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 28 November 2008

YQ BONECRUNCHER




FEATURES
Efek mungil nan ringan ini mempunyai 4 knobs. Masing-masing knob punya fungsi-fungsi sendiri, yang sayangnya om Yongki sendiri lupa apa aja fungsinya (haha). Tapi yang pasti knob-knob ini jika diputar mempunyai pengaruh yang sangat signifkan pada soundnya. Secara garis besar ada knob ‘Volume In’, ‘Gain’, ‘Bass/Treble Boost’. Efek ini menggunakan sebuah tabung E1427AX sebagai ‘driver’nya, membuat efek ini jika dinyalain, soundnya akan sangat nendang. Awalnya, tabungnya ‘mecungul’ (bahasa jawa timuran, artinya: muncul) dari luar casingnya. Saya berpikir ‘How cool is that!’, tapi setelah saya berpikir-pikir lagi, hal ini bisa sangat berbahaya bagi tabungnya sendiri jika jatuh atau terinjak. Saya kemudian memutuskan untuk mencari suatu benda yang bisa menutupi tabung itu. Syukurlah dengan sedikit berusaha, saya menemukannya (penutup tube ini saya ambil dari karet ujung tiang penyangga keyboard yang bentuknya sangat pas untuk menutup tabung).


APPEARANCE
Tampilan macam apa yang bisa diharap dari sebuah prototype?, gak banyak. Apalagi om Yongki sendiri memang belum menemukan bahan yang pas untuk casingnya sehingga casing untuk efek ini menggunakan sebuah kotak dari plastik berwarna hitam legam. Walaupun ringan, kotak ini saya rasa lumayan kokoh. Saat membeli pertama kali, tubenya kelihatan muncul diluar, setelah sedikit menggunakan kreatifitas saya akhirnya berhasil menutup tube itu. Saya juga iseng-iseng menghias kotaknya dengan beberapa tempelan selotip berwarna kuning. Jangan tanya deh hasilnya. Hancuuur.


SOUND AND PERFORMANCE
Dari awal, om Yongki udah bilang kalo efek tujuannya untuk menyuntikkan ‘adrenalin’ pada efek lain. Saat gathering, saya menyumpai ‘menyuntikkan’ efek ini ke sebuah Rocktron Rampage. Soundnya jadi menggila. Kita sudah tau seperti apa soundnya Rampage, bayangin jika disuntikkan lagi sebuah booster untuk membakarnya. Hasilnya? Gila.
Yang paling gila ketika saya menggunakan Metal Zone. Banyak gitaris yang mencibir ketika efek buatan Boss ini dikeluarkan om Yongki. Namun setelah disuntikkan dengan efek buatan om Yongki (mulai saat ini kita sebut BoneCruncher ya), sound Metal Zone menjadi lebih fokus, dan tidak ‘glambyar’. Kemudian saya mencoba menggunakan efek andalan saya, Zoom GFX 707 untuk disuntikkan dengan BoneCruncher. Ketika mencoba distorsi Zoom yang disuntikkan dengan Boncruncher, soundnya jadi sangar abis. Malah kata temen saya, gak kalah dengan Rampage. Padahal saya cuma pake Zoom GFX 707. Mulai saat itu saat percaya dengan keandalan BoneCruncher, dan merayu om Yongki untuk menjualnya kepada saya. Saat latihan saya mencoba kombinasi ZOOM dan BoneCruncher di sebuah ampli Peavey Bandit. Ketika mencoba sound clean dari Zoom, dan ditambah BoneCruncher hasil soundnya seperti ketika saya mencolokkan efek-efek saya ini ke sebuah ampli MARSHALL!!. Ini mungkin karena om Yongki sendiri sangat terobsesi dengan sound tabungnya Marshall sehingga BoneCruncher mempunyai sound seperti itu. Sound gitar saya jadinya malah seperti salah satu idola saya; John Frusciante (Red Hot Chili Peppers). Saya memang dari dulu mencari sound seperti ini karena mengharapkan sound crunch yang nendang dari sebuah Zoom GFX 707 adalah hal yang hampir mustahil.


KEKURANGAN
Seperti yang kita tahu, sebuah efek prototype masih memerlukan banyak riset dan pengembangan, sebelum produk ini dijual. BoneCruncher masih belum memiliki desain casing yang kokoh agar bisa ‘bertahan’ diatas panggung musik keras yang brutal. Om Yongki sendiri mengakui bahwa beliau memang belum menemukan bahan yang pantas. Pada sisi sound, sebenarnya sudah sangat bagus, namun ada sedikit hiss ketika efek ini dinyalakan. Tapi hiss ini sangat-sangat tidak mengganggu sound secara keseluruhan karena terkesan tertutupi oleh sound asli efek ini yang GILA. Lagian, banyak juga kok efek-efek ngetop yang menghasilkan hiss seperti ini. Jika tidak terlalu perfeksionis, kita pasti akan menganggap hiss ini sebagai sesuatu yang masih dalam tahap kewajaran. Knob-knob juga masih belum jelas fungsinya, karena om Yongki sendiri lupa. Jadi saya masih meraba-raba ketika ingin mencari settingan yang pas karena gak tau mana ‘Gain’, ‘Volume’, dan lain-lain. Mungkin jika efek ini dibuat lagi versi ‘revised’nya, saya yakin om Yongki bisa menjelaskannya lagi secara detail. Saya sendiri belum mencoba kehandalan efek ini di panggung-panggung besar dengan power gede. Jadi saya belum bisa menuliskan review efek ini secara utuh.


KESIMPULAN
Bagi mereka yang suka ekperimen, dan ingin menampilkan identitas sound yang khas, efek ini sangat boleh untuk dicoba. Satu yang paling unggul dari efek ini, ia bisa membuat sound gitar menjadi overdrive yang warm, nyaman di kuping, dan memiliki sustain yang panjang. Sekedar meniru iklan teh botol, ‘Apapun amplinya, soundnya tetap kayak Marshall!”. Jangan dilupakan bahwa tugas efek ini memang adalah untuk men-drive sebuah ampli atau efek lain.


PENUTUP
Efek ini saya beri nama BoneCruncher karena sound crunchnya sangat menggigit tulang!. Istilah ini lahir dan dipelesetkan dari kata ‘Crush Bone’, sebuah istilah dalam permainan basket.
If you want to crunch bones, use the BONECRUNCHER!

5 komentar:

adhie mengatakan...

pe..
kayaknya artikel kwi bener

nUr_chuBBye mengatakan...

Eh pe. . .
Tlng crike artikel tentang apa kek. .
Key. .

nia mengatakan...

Eh gilang. . .
Aq ga tau gmbar apa kwi?
Ga tau aq. .

me is NoveN mengatakan...

Harganya brapa? Mosok rak no lha aku nak meh tuku piye

TUGAS SEKOLAH mengatakan...

Eh. . .
Tu belinny dmn bro?